Foton dan Quark

Einstein memenangkan hadiah Nobel di tahun 1921 karena kemampuannya menjelaskan suatu fenomena misterius dari cahaya yang disebut sebagai ”photoelectric effect”. Ilmuwan menyebut cahaya sebagai “radiasi energi elektromagnetik dengan panjang gelombang yang kelihatan bagi mata manusia”.

Dalam fisika atom dan kimia kuantum, konfigurasi elektron adalah susunan elektron-elektron pada sebuah atom, molekul, atau struktur fisik lainnya.[1] Sama seperti partikel elementer lainnya, elektron patuh pada hukum mekanika kuantum dan menampilkan sifat-sifat bak-partikel maupun bak-gelombang. Secara formal, keadaan kuantum elektron tertentu ditentukan oleh fungsi gelombangnya, yaitu sebuah fungsi ruang dan waktu yang bernilai kompleks. Menurut interpretasi mekanika kuantum Copenhagen, posisi sebuah elektron tidak bisa ditentukan kecuali setelah adanya aksi pengukuran yang menyebabkannya untuk bisa dideteksi. Probabilitas aksi pengukuran akan mendeteksi sebuah elektron pada titik tertentu pada ruang adalah proporsional terhadap kuadrat nilai absolut fungsi gelombang pada titik tersebut. Baca lebih lanjut

Radioaktivitas Partikel Alfa

Dalam tulisan berikut ini saya akan mencoba membahas tentang radioaktivitas. Pertama, kita harus memahami definisi dari radioaktivitas. Radioaktivitas menurut definisi dari Herman Chamber dalam bukunya yang berjudul Health Physics Introduction adalah Transformasi – transformasi inti – inti (nuklir) yang terjadi secara spontan dan menyebabkan terbentuknya unsur – unsur baru. Transformasi ini disertai dari salah satu dari beberapa mekanisme yang berbeda yaitu emisi partikel alfa, emisi partikel beta dan positron serta penangkapan elektron orbital. Masing – masing dari mekanisme yang terjadi mungkin disertai emisi partikel gama namun mungkin juga tidak. Baca lebih lanjut

Partikel Elementer dan Interaksi Alamiah

Postingan kali ini akan membahas mengenai dasar dari sebuah partikel, yang didalamnya terdapat atom yang  juga tersusun dari partikel elementer lainnya (penyusun partikel), hingga hipotesis Grand Unified Theory.

Semoga bisa bermanfaat dan memperluas wawasan mengenai hal-hal kecil yang  mungkin sangat jarang diketahui oleh kalangan masyarakat banyak, so chek this out🙂 Baca lebih lanjut

Reaktor Nuklir dan Prinsip Kerja Bom Nuklir

Reaktor nuklir adalah suatu tempat atau perangkat yang digunakan untuk membuat, mengatur, dan menjaga kesinambungan reaksi nuklirberantai pada laju yang tetap. Berbeda dengan bom nuklir, yang reaksi berantainya terjadi pada orde pecahan detik dan tidak terkontrol.

Reaktor nuklir digunakan untuk banyak tujuan. Saat ini, reaktor nuklir paling banyak digunakan untuk membangkitkan listrik. Reaktor penelitiandigunakan untuk pembuatan radioisotop (isotop radioaktif) dan untuk penelitian. Awalnya, reaktor nuklir pertama digunakan untuk memproduksiplutonium sebagai bahan senjata nuklir.

Agar dapat di manfaatkan sebagai sumber energy, reaksi inti hasus di kendalikan. Pengendalian reaksi inti dapat di lakukan dalam sebuah reactor nuklir. Baca lebih lanjut

Prinsip Ketidakpastian Heisenberg

Prinsip Ketidakpastian Heisenberg merupakan salah satu konsep dasar dari Quantum Fisika, dan merupakan dasar untuk realisasi awal ketidakpastian mendasar dalam kemampuan suatu percobaan untuk mengukur lebih dari satu variabel kuantum pada suatu waktu. Mencoba untuk mengukur posisi suatu partikel dasar untuk tingkat akurasi tertinggi, misalnya,   mengarah ke meningkatnya ketidakpastian untuk dapat mengukur momentum partikel ke tingkat yang sama akurasi yang tinggi.   Prinsip Heisenberg biasanya ditulis secara matematis dalam salah satu dari dua bentuk: Baca lebih lanjut

Zarah dan Gaya Fundamental di Alam Semesta

Dapatkah kita terus-menerus tanpa akhir memotong sesuatu benda menjadi potongan kecil-kecil? Ataukah pada akhirnya kita akan menjumpai potongan terkecil yang tidak akan dapat lagi dibelah? Pandangan kedua yang dahulu kala disebut “atomisme” ini sudah dipikirkan oleh seorang Yunani bernama Democritus pada abad ke-4 SM. Hingga detik ini ilmuwan terus bekerja menentukan mana yang benar di antara kedua pilihan di atas, karena di balik itu tersimpan pertanyaan yang lebih dalam lagi: apakah penyusun dasar benda-benda di alam semesta ini? Baca lebih lanjut

Dualisme Gelombang-Partikel, Konsep Dasar Dunia Kuantum

Dualisme gelombang-partikel mungkin merupakan konsep paling penting dari dunia kuantum, dan dengan perpanjangan, dasar filosofis pemikiran modern.   Ini adalah karakteristik mendefinisikan entitas fisik dasar, seperti elektron, proton, neutron, atom, dan molekul, yang ada di satu pihak di keadaan-keadaan yang berkembang seperti gelombang ketika mereka tidak diamati, dan berkembang seperti partikel bila diamati.   Kuncinya adalah pengamatan.   Dalam gelombang-seperti keadaannya di entitas fisik biasanya diperpanjang di ruang angkasa, tapi kemudian tiba-tiba kontrak untuk kejadian lokal atau titik-partikel seperti ketika observasi dibuat.

Penekanan tiba-tiba adalah untuk menekankan bahwa tidak ada evolvement dari satu kejadian ke yang lain, tetapi manifestasi sesaat dari gelombang yang juga memiliki sifat partikel.  Sebagai gelombang memperpanjang melalui ruang – mirip dengan gelombang elektromagnetik dan mekanik, tetapi dikenal sebagai gelombang kuantum – gelombang ini tidak bertabrakan atau berinteraksi satu sama lain sebagai partikel, tapi superimpose pada satu sama lain, menambahkan konstruktif atau destruktif, dan menciptakan pola interferensi. Pola-pola interferensi yang menghilangkan ketika jalan dikenal!   Ini adalah fenomena yang dikenal sebagai Quantum Knowing . Baca lebih lanjut

Menit – Menit Awal Alam Semesta

Seperti diketahui, Big Bang atau Dentuman besar merupakan sebuah kejadian yang memicu terbentuknya alam semesta. Tapi meskipun demikian, informasi akan apa yang terjadi di era Nukleosintesis Dentuman Besar ketika alam semesta baru berusia beberapa detik sampai beberapa menit belumlah benar-benar diketahui.

Lantas apa yang harus dilakukan untuk mengetahui apa yang terjadi dahulu? Jelas tidak mungkin jika manusia pergi ke masa itu, namun ekstrapolasi hukum fisika bisa membawa manusia untuk menelusuri kembali apa yang terjadi sekarang sampai ke waktu terjadinya nukleosintesa. Penelusuran itu bisa berlanjut lebih jauh ke masa lalu untuk memberi susunan dan gambaran akan apa yang sebenarnya terjadi di masa awal alam semesta. Tapi sejauh mana bisa berekstrapolasi menuju singularitas masih menjadi perdebatan tapi disepakati waktunya tidak lebih awal dari epoh Planck atau 10-43 detik.

Dentuman Besar

Baca lebih lanjut

Pencarian Partikel Elementer, Dari Atom ke Elektron Sampai Quark

Lama sudah saya tidak posting di blog, maklumlah berhubung mau Ujian Nasional jadi banyak yang kudu di siapin, mulai dari TO, TO, dan juga TO (ternyata saya sudah gila sama TO).
well sekarang saya sudah agak bebas karna berada dalam kawasan minggu tenang, walaupun minggu depannya UN, saya maksimalkan minggu ini buat ngehotspot dan F5 alias refresh.

walah tanpa diasadari sudah banyak curhat yee sayanya -__- yaudah langsung saja kita masuk ke pokok permasalahan, yang sampai sekarang masih menjadi masalah dalam ilmu fisika, yaitu yentang Partikel Elementer, Cekidot Brother and Sister. Baca lebih lanjut

Adakah Hukum Fisika yang Berlaku di Black Hole..??

Beginilah gambaran fiksi tentang sebuah lubang hitam, sanking kuatnya bahkan semua objek termasuk cahaya pun tidak dapat lolos.

Pernah dengar istilah blackhole? ataupun lubang hitam? ya seperti yg kita ketahui benda aneh ini sangat sering digunakan dalam cerita2 fiksi, sebagai portal untuk menuju suatu semesta baru diluar alam semsta yang kita huni sekarang. but that just a fiction story, nah kali ini saya akan coba ulas lebih dalam masalah blackhole, yang banyak  di ilhami dari pemikirannya idola saya, mas Stephen Hawking.

langsung saja kita masuk ke acara ya, karna pemahamannya agak susah, so we must read it correctly. Baca lebih lanjut